Hari ini aku mulai dengan menatap ranting yang semakin putih dari balik jendela kamar. Kulanjutkan dengan mewujudkan keinginan untuk membuat sendiri kue Natal. Keinginan yang akhirnya terwujud setelah melalui “perjuangan” yang begitu panjang, termasuk dalam usaha mendapatkan bahan yang begitu berbeda dengan Indonesia.
Saat mengaduk adonan, selintas ingatan kembali di masa tangan ini masih begitu kecilnya dan ada sepasang tangan lain yang menuntun. Masa itu telah berlalu dan tuntunan itu tidak akan pernah lagi ada.
Di saat-saat begini masa itu kembali hadir. Besok tanggal 22 Desember, hari yang kadang di lupakan di tengah kesibukan mempersiapkan Natal. Malam ini, seorang teman mengingatkan aku lewat alunan il Divo.
0 Responses to “Rinduku…”