Perjalanan Natal ke The Hague

Siapa tidak mengenal The Hague, salah satu kota terpenting di Belanda. Terletak di pesisir Pantai Utara yang hangat dipadu dengan suasana metropolis yang khas tanpa meninggalkan jejak-jejak masa lalunya, The Hague menjadi surga bagi para penggila piknik.

dsc_1374b.jpg   dsc_1364b.jpg

Dua hari menjelang Natal, beberapa dari anggota PD Wageningen menyempatkan diri untuk turut merayakan Natal bersama warga Indonesia yang tinggal di Belanda. Berbekal tiket kereta « kemanasaja », lima gadis rupawan dan satu pemuda bongkok tersebut bertolak dari desanya menuju kota besar bernama The Hague.

Perjalanan memang agak tersendat dengan putusnya kabel kereta di Driebergen, 15 km sebelah timur Utrecht. Tipikal « orang desa » benar-benar diuji ketika kemudian kita tersesat di terminal tram yang memang tidak ada di Wageningen. Gedung-gedung indah dan tinggi juga mencengangkan kami yang tak mau menyia-nyiakan kesempatan melihat « kota » dengan mengumbar jepretan kamera sambil nampang semanis mungkin meski tampak jelas tampang-tampang yang dibuat-buat.

dsc_1348c.jpg

Dipandu oleh ketua PPI The Hague dan Masboi yang sudah beberapa hari berkelana di The Hague, kami berenam bermaksud melanjutkan perjalanan dari stasiun trem ke Christus Triomvatorkerk. Aneh memang, tapi begitulah faktanya, kita kesasar di stasiun trem, salah ambil peron, salah naik tangga, salah ambil trem, aneh, kok bisa. Lucu memang.
dsc_1377b.jpg     dsc_1378b.jpg
Terlambat 45 menit tak mengurangi kekushukan kami semua mengikuti Perayaan Natal dalam Bahasa Indonesia. Selepas misa, tak lupa para musafir dari desa ini menyempatkan diri untuk mengambil beberapa foto; metode absensi paling efektif, pikir mereka, kalau tidak boleh dikatakan narsisisme yang kelebihan dosis.

dsc_1392.jpg    dsc_1394.jpg

dsc_1399.jpg

foto.jpg

Pantai adalah tujuan berikutnya. Menurut sumber « terpercaya », perjalanan menuju pantai memakan waktu 30 menit dan hal ini membuat kami berfikir ulang untuk mengurungkan niat melihat « pantai », sesuatu yang sangat langka dan berharga bagi orang yang tinggal di gunung. Perjalanan ke pantai Scheveningen hanya memakan waktu tak lebih dari 10 menit. Mungkin sejak beberapa jam lalu rute trem diubah, menjadikan perjalanan dari stasiun sentral ke pantai yang sedianya memakan waktu 30 menit dipersingkat menjadi 10 menit. Apapun itu, syukurlah.
Senja beberapa menit lalu baru saja terbenam, meninggalkan jejak-jejak merah di ujung barat, sementara sisi timur sudah sepenuhnya dikuasai gelap. Temperatur dingin yang kurang bersahabat tak menjadi kendala untuk sekadar menikmati hamparan pasir dan ombak, ditemani lampu-lampu kota yang mulai melaksanakan tugasnya dengan setia.

dsc_1434.jpg

dsc_1417.jpg  dsc_1439.jpg

Dengan kelelahan, keenam sosok dari desa Wageningen ini pulang dengan selamat sampai desanya tanpa kekurangan suatu apa. « JIM »

0 Responses to “Perjalanan Natal ke The Hague”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply