Saya ingat dulu di televisi pernah ada iklan satu produk baterai tertentu yang icon-nya boneka kelinci warna merah muda yang membawa alat musik simbal. Diiklan itu dipromosikan betapa awetnya baterai itu hingga saat dipakaikan ke si boneka kelinci dia bisa terus bergerak memainkan simbalnya tanpa henti.
Sebuah ilustrasi serupa disampaikan seorang pembicara beberapa tahun silam, saat Saya mengikuti kebaktian kaum muda. Temanya tentang doa. “Doa adalah nafas hidup orang Kristen” begitu beliau sampaikan. “Serupa halnya dengan boneka kelinci itu yang tanpa baterai tak dapat dia bergerak, demikian juga hakikatnya tanpa doa seorang Kristen sesungguhnya tidak dapat hidup” demikian tambahnya.
Beberapa hari ini kalimat itu muncul di pikiranku. Membuat Saya bertanya pada diri sendiri: “Jangan-jangan selama ini Saya sudah berhenti bernafas.” Jadi membayangkan diri ini seperti zombie di film-film horror, yang bisa bergerak tapi sesungguhnya sudah mati. Ya bukankah doa menjadi jalan bagi orang Kristen untuk membina hubungan pribadi yang erat dengan Bapa di Surga – Sang Pemberi Hidup Sejati, sebagaimana juga telah diteladankan oleh Yesus Kristus selama hidupNya di bumi? Kalau Yesus yang adalah Tuhan selalu menyediakan waktu untuk berdoa, bukankah berarti doa itu amat penting dan karenanya Saya yang adalah manusia yang lemah perlu melakukannya? Kata Yesus sebagaimana dicatat dalam Markus 14:38 “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah”.
“Ambillah keselamatan sebagai topi baja, dan perkataan Allah sebagai pedang dari Roh Allah. Lakukanlah semuanya itu sambil berdoa untuk minta pertolongan dari Allah. Pada setiap kesempatan, berdoalah sebagaimana Roh Allah memimpin kalian. Hendaklah kalian selalu siaga dan jangan menyerah. Berdoalah selalu untuk semua umat Allah.” (Efesus 6:17-18, BIS) Saya kira Iblis pasti senang kalau orang Kristen tidak berdoa, karena bagai prajurit tanpa senjata. Wah daripada jadi bulan-bulanan Iblis, lebih baik Saya mendekat tinggal dengan Yesus Sang Pokok Anggur Yang Benar. Ayo berdoa. Semangaaaat!
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” Yohanes 15:5-8
0 Responses to “Boneka Kelinci Tanpa Baterai”