Penginjil Lulusan TU Delft

 

Wageningen, 03 September 2008

 

Sampai di depan kamar tadi malam ada perasaan lega. Selepas menghabiskan beberapa waktu di kampus melototi artikel-artikel ilmiah – bukan karena hobi tapi karena tuntutan scenario: nyelesaikan studi di negara orang ini :) – sampai di kamar bagaikan tiba di sebuah resor. Makan malam plus segelas jus tomat lumayan memulihkan kesegaran raga yang letih. Sambil juga menghibur diri dengan nonton beberapa film seri favorit di TV. Habis itu niatnya mau nyempatkan nengok-nengok 1 artikel ilmiah lagi. Mumpung lagi semangat! Hanya rencananya mau mengistirahatkan mata sebentar dulu. Alarm Hp sudah saya setting untuk berbunyi 0,5 jam lagi. Sebagai pengantar tidur saya buka Winamp untuk dengerin siaran radio NafiriFM . Pikir saya biasanya jam-jam segitu bakal diputer lagu-lagu rohani yang beat-nya kalem & lembut. Namun rupanya saat itu sedang disiarkan khotbah dari Ev. iin Cipto.

 

Kali itu bukan pertama kalinya saya dengar beliau berkhotbah. Suaranya khas. Berat. Membuat Saya membayangkan Ev. iin cipto ini usianya setidaknya mendekati 50-an. Cara membawakannya juga khas: tegas, tidak ada keraguan tersirat dalam nada suaranya. Penuh kuasa! Khotbahnya kali itu tentang ‘Kecantikan itu dari dalam’, mengupas karakter Abigail yang dicatat I Samuel 25:2-43. Sambil membaringkan badan dan memejamkan mata saya ikuti khotbah beliau. Membumi sekali ulasannya juga kesaksian-kesaksian yang dikutipnya dalam mengungkapkan kebenaran firman Tuhan tersebut. Mulai dari pengembangan karir, hubungan suami istri, dan bimbingan orang tua bagi anaknya.

 

Alhasil saya tidak jadi tidur. Selesai khotbah itu timbul keinginan untuk lebih tau tentang Ev. Iin Cipto.Saya Google nama beliau. Lalu muncul beberapa link. Dari salah satunya Saya ketahui bahwa ternyata Ibu Iin Cipto ini lulusan tahun 1992 dari TU Delft, Belanda sebagai MSc of Architecht (gak disebutkan apakah sponsornya Ford, FNP, StuNed, University or lainnya). Dari fotonya beliau ternyata tak setua yang saya bayangkan sebelumnya. Wajahnya cantik, manis. Dalam khotbahnya malam itu dengan nada bercanda beliau bilang “setiap orang yang mencintai Tuhan dan FirmanNya, pancaran sinar wajahnya membuatnya lebih putih dari aslinya”. :)

 

Tahun 1998, Tuhan memberinya visi untuk membangun tentara Tuhan yang militan dari anak-anak pemulung, jalanan, golongan orang-orang yang dibawah garis kemiskinan. Pelayanannya begitu diberkati Tuhan. Pada tahun 2004, Wadah ini, Mahanaim, sekarang ada 9 rumah singgah, pelayanan ke daerah-daerah yang belum terjangkau oleh gereja-gereja. Ada TK, SD, SMP, memberi makan gratis tiap hari pada yang membutuhkan dan bea siswa kepada ±3.000 anak yang hampir putus sekolah karena tidak ada biaya.

 

Bagi yang penasaran mau mendengar khotbahnya bisa klik link INI. Judulnya “Tanpa Tuhan Semua Sia-sia”. Natsnya dari Mazmur 127. Semoga jadi berkat. (y.a.)

“Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga” (Mazmur 127:1)

 

2 Responses to “Penginjil Lulusan TU Delft”


  1. 1 raharjo September 1, 2009 at 7:20 am

    Laa Ilaaha Illallaah. Muhammadur Rasulullaah.
    -
    Tiada Tuhan [yang haq disembah] kecuali Allaah
    Muhammad adalah utusan Allaah.
    -
    Melalui tulisan ini, saya ingin mengajak anda untuk hanya menyembah Allaah Subhanahu wa ta’ala, serta tidak menyekutukan Nya dengan sesuatu apapun.
    -
    Allah memerintahkan manusia untuk hanya menyembah Nya, serta tidak menyekutukan Nya dengan sesuatu apapun. Maka penuhilah perintah Allaah. Allah menjanjikan surga bagi manusia yang ber-iman kepada Nya.
    -
    Sembahlah Allah.
    -
    Dialah Allah yang tidak berawal dan tidak berakhir.
    -
    Dialah Allah yang menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada.
    -
    Dialah Allah yang tidak bersandar pada sesuatu apapun.
    -
    Dialah Allah yang wujud Nya berbeda dengan makhluk.
    -
    -
    Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. [TQS Al Ikhlas 112 : 1-4]
    -
    -
    Keselamatan hanya ada pada Islam. Sesungguhnya agama yang di ridhoi Allah hanyalah Islam. Ketahuilah, Allah amat keras siksanya. Sungguh, alangkah menyesalnya manusia yang ketika mereka dibangkitkan dari kematian, sedangkan mereka dalam keadaan kafir kepada Allah. Allah mengancam orang orang yang kafir kepada nya dengan siksa yang amat keras, mereka kekal di neraka sedangkan mereka tidak akan mati.
    -
    Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. [TQS Al Baqarah 2: 39]
    -
    Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan . Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan. [TQS Al Baqarah 2: 90]
    -
    Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka, [TQS Ali ’Imran 3 : 10]
    -
    -
    -
    Allah menjanjikan limpahan rahmat Nya bagi orang-orang beriman dan beramal shaleh. Allah itu baik dan hanya menyukai yang baik baik. Allah lah yang memberikan rezeki kepada manusia dan semua hewan. Allah lah yang memberikan akal pada manusia. Dengan akal, manusia dapat menggunakannya untuk mencari hidayah Allah.
    -
    Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. [TQS Al Baqarah 2: 82]
    -
    Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. [TQS Ali ’Imran 3 : 15]
    -
    pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”. Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya. [TQS Ali ’Imran 3 : 106-107]
    -
    -
    Saya menyerukan kepada anda agar segeralah beriman kepada Allah, Rasul Nya, serta Kitab Nya. Islam-lah maka engkau selamat. Semoga Allah memberikan hidayah Nya kepada anda.

  2. 2 kita September 4, 2009 at 10:38 pm

    Halo Rahardjo,
    Terima kasih untuk postingan anda. Marilah kita kembali ke Kitab kita masing-masing. Jikalau anda percaya dengan apa yang tertulis di Kitab anda, biarkanlah kami percaya apa yang tertulis pada Kitab kami.


Leave a Reply